
Penanaman perdana anakan bambu dimulai Kamis (28/4/2022) di Kecamatan Detusoko sebanyak 1.000 anakan.
Penjelasan tersebut disampaikan Koordinator Yayasan Bambu Lestari Anita Yuyun kepada victorynews.id, Kamis (28/4/2022), di Lepa Lio Cafe, Decamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT.
“Untuk kecamatan Detusoko target penanaman anakan bambu sebanyak 30 ribu anakan,” sebut Anita Yuyun.
Penanaman perdana anakan bambu di keamatan Detusoko juga melibatkan beberapa LSM dari Hipos, Koalisi Orang Muda Untuk Perubahan Iklim (KOPI), Teras Mitra, dan Hutan itu Indoneaia.
“Sejak tahun 2021, Yayasan Bambu Lestari bekerja sama dengan Pemprov NTT dan fokus untuk 7 kabupaten di NTT. Target keseluruhan penanaman bambu di NTT sebanyak 2 juta anakan bambu, ” jelas Anita Yuyun.
Masih menurut Anita Yuyun, ada tiga jenis anakan bambu yang akan dibudidayakan yakni bambu aur, bambu petung, dan bambu pering.
Pembibitannya juga dilakukan di tiga desa di Kabupaten Ende, yakni Desa Rateroru, Desa Roa, dan Desa Nggesa Biri.
“Proses pembibitan dilakukan oleh kelompok ibu-ibu, dan diberi insentif sebesar Rp1 miliar. Saat ini sudah ada empat ratus ribu anakan yang sudah disiapkan oleh kelompok ibu-ibu pencinta bambu. Target kita untuk kabupaten Ende ada 11 kecamatan yang diprioritaskan. Setiap kecamatan dialokasikan 30 sampai 40 ribu anakan bambu,” tandasnya.
Menurutnya, pembudidayaan tanamaman bambu di samping untuk peningkatan ekonomi masyarakat juga melestarikan linggkungan dan sinergi dengan isu perubahan iklim. ***